Kamis, 22 Mei 2014

Cinta yang Gugur ~ Cerpen


                  Hari yang cerah bagi semua orang di kampus Widyatama, termasuk bagi  gadis lugu yang satu ini. Mungkin kalian bertanya siapa gadis lugu itu bukan..? dia adalah Chrisya Adenia. Dia adalah gadis yang lucu, unik dan menggemaskan. Pagi ini ia membawa satu bucket bunga Mawar merah darah segar yang akan di berikannya pada seorang pria.
“Selamat pagi Dicky, pagi ini sungguh cerah bukan, terlihat secerah warna bunga ini. Bunga mawar ini, khusus untukmu, Ku mohon terimalah..” gadis lugu itu menundukkan kepalanya dihadapan pria pujaannya. Sedangkan pria itu? Hanya terdiam, dalam arti tak menyukai gadis itu.
“Oh, ayolah Chrisya, haruskah setiap pagi aku membuang bunga-bunga itu didepanmu.? Aku tak punya banyak waktu bahkan untuk membalas sapaan basi yang setiap hari kau ucapkan..” Dicky resah dengan perlakuan gadis itu, ia lalu mengambil bunga itu dan menginjaknya sampai hancur, dan berlalu meninggalkan Chrisya yang masih tetap mematung.
Chrisya mendesah, lebih tepatnya kecewa. Bahkan bunga yang di beli olehnya dari hasil ia menabung uang  jajannya selama sebulan, dicampakkan begitu saja oleh Dicky. Dimana letak hati pria itu..? entahlah.
“Chrisya..!! kau tahu? Hari ini adalah hari lollypop sedunia, jadi, aku akan memberikanmu sebuah lollypop. Kau pasti menyukainya. Lolly ini susah sekali aku dapatkan, karna aku ingat kau tak suka buah, makanya aku belikan untukmu lolly rasa Mint, kurasa kau belum pernah mencobanya, cobalah, aku yakin kau pasti suka..!!” celoteh panjang dari bibir mungil gadis ini tiba-tiba terhenti, sebab ia harus melihat pemandangan kalau Chrisya, kawannya sedang bersedih.
“Kau kenapa? Tak biasanya kau diam seperti  ini. Apa kau mempunyai masalah? Aku tak keberatan mendengarkan curhatanmu. Ceritalah.” Chika, gadis manis yang baik hati ini sangat menyayangi Chrisya, sahabat dekatnya. Ia tak akan membiarkan seorang pun menyakiti hati sahabatnya.
 “Tak apa chika, aku sedikit tidak enak badan hari ini, mungkin aku sedikit lelah dan maaf, biarkan aku sendiri” ucapan Chrisya sangat lirih, ia sedang mencoba menahan air matanya yang hampir jatuh. Ia tak ingin sahabatnya, Chika terlalu mengkhawatirkannya. Sedangkan Chika hanya terkejut saat Chrisya secara tak langsung mengusirnya dari situ.
 “Baiklah, jika kau butuh aku, hubungi aku..” Chika berlalu meninggalkan Chrisya disana.
“Sampai kapankah dia akan begini padaku? Aku juga berhak untuk rasa itu. Kenapa Dicky membenciku?” Chrisya menangis sedu di belakang sekolah. 
“Eh, orang stres, mengapa kau menangis disini? Kau kurang pekerjaan?? Dasar wanita aneh hahahaha” mereka menertawai Chrisya, mereka adalah Reza, Ilham, dan Bisma.  Chrisya hanya diam, ia menahan air matanya agar tak terlihat lemah di hadapan teman-teman Dicky.
“Apa kehadiran kalian disini hanya untuk mengejekku? Aku memang orang miskin tapi aku juga punya hati..” ujar Chrisya lemah, tanpa menatap mereka sedikitpun.
 “Kalau kau memang punya hati, kau harusnya berfikir, kau sama sekali tak pantas untuk Dicky, lihatlah dirimu, sudah miskin, jelek lagi. Aduuh, kau itu cocoknya jadi tukang semir sepatunya Dicky..” ejek Ilham meremehkan Chrisya.
“Terimakasih atas sarannya, tapi aku sama sekali tak berminat” balas Chrisya melangkahkan kakinya beranjak dari situ.

Chrisya masuk kekelasnya, lalu ia duduk di tempatnya, agak belakang dan dekat dengan jendela. Ia memang tak duduk berdekatan dengan Chika, seorang sahabat tak harus duduk bersebelahan bukan?. Chrisya duduk dan menatap jauh ke luar jendela. Sedangkan Chika? Ia hanya menatap sendu sahabatnya. Ia tak tahu apa yang menjadi gundah gulana hati kecil Chrisya. Dua jam telah berlalu, bell istirahat berdering mengisyaratkan semua siswa untuk makan siang, mengisi perut yang kosong setelah mengikuti Empat jam mata pelajaran.
“Kau beruntung sekali Chik, kau kaya, cantik, baik. Tak sepertiku, jelek, miskin, dan tak ada orang yang menyukaiku..” gumam Chrisya  saat berada di padang rumput belakang sekolah bersama dengan Chika.
 “Kau jangan berpikir begitu, kau masih punya orang tua yang selalu ada buatmu, sedangkan aku? Mereka hanya mengirimkan aku uang yang banyak, tanpa peduli bagaimana perasaanku, aku membutuhkan kasih sayang mereka, bukan uang yang banyak..” ujar Chika menunduk.
Dua bulan telah berlalu, kini persahabatan Chrisya dan Chika tampaknya tak seperti dulu lagi. Dulu mereka berdua sangat kompak, kemana-mana selalu bersama, namun kini waktu Chika untuk bermain bersama Chrisya tak lagi seperti dulu. Chrisya memutuskan untuk pergi ke sebuah danau sendirian tanpa di temani oleh Chika. Awalnya, ia ingin menunjukkan danau yang indah itu pada Chika, tapi kenyataan berkata lain. Chrisya melihat Chika dan Dicky sedang saling merangkul di danau tersebut.
“Kupikir kau sibuk mengurusi kedatangan orang tuamu dari Jepang, rupanya kau disini, bersama Dicky, selamat, kalian pasangan yang serasi,” Chrisya patah hati, ia tak sanggup untuk menangisi semua ini, ia memutuskan untuk pulang kerumahnya. Ternyata Dicky dan Chika mengejarnya, tiba-tiba tak sengaja seekor kucing lewat di jalan itu. Dicky membanting stir ke kiri dan kecelakaan tak dapat terhindar.
Chika mengalami pendarahan di kepalanya, sedangkan Dicky, mengalami benturan yang keras di dadanya. Akhirnya ia membutuhkan donor jantung dan hati dari seseorang. Seminggu, dua minggu, sebulan telah berlalu, masing-masing keadaan Chika dan Dicky mulai memulih. Mereka berdua memutuskan untuk minta maaf pada Chrisya. Tapi saat mereka ingin menuju rumah Chrisya, Reza memberikan sepucuk surat dari Chrisya. Chika dan Dicky mulai membaca surat itu.

“Hai Chika..  apa kabar? Semoga sehat ya.. Oh iya, aku kangen banget sama kamu, kamu kemana aja selama ini? Kamu udah ga punya banyak waktu lagi buat aku. Oh iya, selamat yah, kamu sama Dicky udah jadi pasangan serasi. Bahkan sangat serasi. Mulai hari ini dan untuk seterusnya, aku tak akan pernah lagi hadir dalam hidup kalian. Bukannya aku marah, tapi takdir berkata lain. Di tubuhmu, kini telah mengalir darahku, aku memberikanmu darah itu karena aku tahu keadaanmu sangat kritis saat itu. Dan untuk Dicky, jaga baik-baik hati dan jantungmu yah.. jantung dan hatiku, kini telah menjadi milikmu, aku tak menyesal, karena tak bisa mendapatkan hatimu, tapi aku sangat senang bahwa aku dapat memberikannya untukmu dan menyelamatkan nyawamu. Mungkin, ini pengorbananku untuk kalian, untuk orang-orang yang sangat aku sayangi dan aku cintai. aku sama sekali tak keberatan, aku bahagia jika kalian bahagia. Terenyumlah untukku, maka aku juga akan ikut tersenyum. Selamat tinggal.
                                                Dari orang yang menyayangi kalian
                                                            Chrisya”

Penyesalan memang selalu datang belakangan, orang yang sangat kita benci bahkan mungkin sangat menyayangi kita. Jangan membenci orang yang selalu mmemperhatikanmu, karna kau belum tahu apa tujuan sebenarnya ketika ia peduli padamu.

END
Karya Seri Yani
Terima Kasih


                                           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar