Sabtu, 15 November 2014

Tahu Diri (Cerpen)


Tahu Diri (cerpen)
Larik-larik cahaya senja mulai memancarkan sinar jingganya, Kelelawarpun mulai terjaga hendak segera mencari sesantap makanan untuk mengisi perutnya juga anak-anaknya. Aku  Zefanya Anastasya, panggil aku Fanya, aku belum juga beranjak dari sini menatap matahari tenggelam di ujung lautan ini.
“Apa ini jalan yang terbaik? Kurasa begitu, aku harus melupakannya.. tapi apa aku bisa?” gumam kecil ku menatap Sunset yang mulai tenggelam di ujung lautan. Saat gelap mulai menjelang, aku meninggalkan Pantai itu, memutuskan hendak pulang ke kamarku. Ya, saat ini aku sedang mengikuti Study Tour ke Bali, tentunya orang yang sedang aku gundahkan juga ikut karena ia memang satu kelas denganku, dialah Bisma.
Seseorang yang pernah hadir dalam hatiku, memutuskan untuk pergi dengan yang lain, meninggalkan rasaku yang tulus untuk dirinya. Saat di lorong Hotel itu, aku berpapasan dengannya, dia tak seperti yang kubayangkan, dia telah berubah, karena tak ada lagi yang menasehati dirinya ketika aku berlalu dari hatinya. Bisma tampak lebih dingin dari biasanya, dan sama sekali tak melirik ke arahku walaupun hanya sekedar menyapa untuk berbasa-basi. Baru kuingat, dia memang tak suka berbasa-basi. Aku berhenti sejenak ketika telah melewatinya, kulihat punggungnya yang terus menjauh, lalu kulagkahkan kakiku kembali.
Aku tahu, saat aku mulai melangkahkan kakiku dia juga berhenti sejenak. Aku juga tak tahu untuk apa, mungkin ada benda miliknya yang terjatuh. Saat sampai di kamar, kubuka Laptopku memandangi Dekstop Bagroundnnya yang menggambarkan diriku bersamanya. Sama sekali belum kuganti, lalu membuka file-file fotoku bersamanya, belum lamafoto ini di ambil sebelum ia memutuskan diriku dan bermaksud untuk mengakhiri hubungan ini, sekitar Dua Minggu yang Lalu.
“Kau tak lagi seperti dulu Bisma, kau sudah berubah cukup jauh, setelah kita berpisah dan kau memiliki hati Intan, kuharap kau dapat berbahagia dengannya, seperti cinta kita, Dulu..” tak tertahankan Rasa Rindu yang bergejolak dihatiku, aku tak bisa membuang rasa ini, izinkan aku menyelipkan rasa ini diantara serpihan hati yang rapuh ini.
Besok adalah hari terakhir kami di Bali, aku ingin cepat-cepat pulang, aku tak ingin bertemu dengannya karena bagiku, bertemu dengannya sama saja aku menyakiti perasaanku sendiri, kala melihat kebersamaan Bisma dengan Intan, pilihan hatinya. Intanlah yang menjadi alasan mengapa Bisma memutuskan hubungan ini, dia begitu menyukai Intan, dan memutuskan untuk pergi dari hatiku. Ku tutup mataku dengan perlahan mulai menjelajahi mimpi indah yang inginku lalui, tanpa Bisma Karisma.
“Aku menyayangimu..!!” Bisma berteriak dari kejauhan dan berlari kearahku sambil menenteng seikat Bunga Ajisai kesukaanku. “Aku juga menyayangimu, Bisma...” teriakku membalasnya. Saat sudah dekat, kurentangkan tanganku bermaksud untuk memeluknya, tapi apa yang terjadi? Dia melewatiku dan berlari kearah gadis yang ada di belakangku, lalu memeluknya erat. Aku menyaksikannya dengan dada yang sesak, gadis itu adalah Intan, gadis yang dicintai Bisma saat ini. Aku menangis, menitihkan air mata di tempatku berdiri seiring datangnya hujan, langitpun ikut merasakannya.Air mataku terseka hujan, tak ada yang tahu jikalau aku sedang menangis, menangisi hati kecil yang tak mampu berkata. Aku terbangun, mimpi buruk yang sangat menyakitkan.
Semua siswa telah berkumpul di ruang musik, hari ini adalah hari pengambilan nilai olah Vokal, semua siswa tentunya akan membawakan lagu sesuai dengan hatinya, aku juga akan melakukan hal yang sama. “Lagu ini akan aku persembahkan untuk orang yang paling aku sayang, Intan” Bisma mulai menyanyikan lagu yang sesuai dengan hatinya. Saat kulirik Intan, dia sedang tersenyum renyah, mendengarkan kekasihnya menyanyikan sebuah lagu untuknya.
Akhirnya kutemukan yang selama ini kucari
Kamulah yang ku mau menemani hariku slalu
Hilang semua sedih hati, denganmu kurasakan cinta..

Kamulah bunga dari tidurku
Mimpi-mimpi indahku selalu tentang kamu always been you
Kamulah, bintang-bintang hatiku akan kujaga slalu
Selalu tentang kamu..

Tak kusangka semua terjadi dengan nyata
Kusambut terang karena kau telah datang sayang
Tenanglah dirimu takkan ku sia-siakan
I’ve be waiting so long
For you to hear this ove song..

Kamulah yang ku mau, menemani hariku slalu, slalu
Hilang semua sedih hati denganmu kurasakan cinta
Girl you are mine in my heart in my soul
Haven knews I love you so..

Kamulah bunga dari tidurku
Mimpi-mimpi indahku selalu tentang kamu always been you
Kamulah, bintang-bintang hatiku akan kujaga slalu
Selalu tentang kamu..

Apapun yang kan terjadi kukan selalu jadi milikmu
So this is my heart, this is my soul
I will be here forever..

Kamulah bunga dari tidurku
Mimpi-mimpi indahku selalu tentang kamu always been you
Kamulah, bintang-bintang hatiku akan kujaga slalu
Selalu tentang kamu..
All that I have for you, all that I need is you.. is you..

Lagu yang sangat indah, terbayang olehku saat bisma menyanyikannya untukku, tapi lagu itu bukan menjadi milikku lagi, melainkan untuk Intan, pujaan hatinya saat ini. Semua teman-teman sekelasku menyanyikan lagu tentang cinta dan kasih sayang, kini tibalah saatnya aku yang bernyanyi.
“Zefanya Anastasya. Giliranmu Nak..” aku lah siswa terakhir yang akan bernyanyi hari ini, karrena namaku berawal dari Huruf Z. Aku lekas berdiri, menenteng sebuah gitar putih, kado pemberian Bisma saat aku berulang tahun, tahun lalu. Sebenarnya aku juga tak pandai bermain gitar, satu-satunya guru gitarku dulu adalah Bisma. “Lagu ini, berkaitan dengan kondisi hati ku saat ini, selamat mendengarkan..”

Hai, selamat bertemu lagi, aku sudah lama menghindarimu
Sial ku lah kau ada disini
Sungguh tak mudah bagiku, rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri, didepanmu kini..
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada dihati

Dan upayaku tahu diri, tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini tanpa pernah
Kita bisa bersama, pergilah..
Menghilang sajalah lagi..

Bye, selamat berpisah lagi, meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada disini
Sungguh tak mudah bagiku, menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku Cuma bisa..
Meradang menjadi yang disisimu
Membenci nasibku yang tek berubah

Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini tanpa pernah
Kita bisa bersama, pergilah..
Menghilang sajalah lagi..

Berkali-kali kau berkata kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji menyerah..

Dan upayaku tahu diri tak slamanya berhasil..
Dan upayaku tahu diri tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini tanpa pernah
Kita bisa bersama, pergilah..
Menghilang sajalah..
Pergilah, menghilang sajalah..
Pergilah, menghilang sajalah..
Lagi...

Semua yang ada didalam kelas memberikan aku tepuk tangan yang meriah, aku tak tahu bagaimana suaraku, tapi yaang jelas, mereka memberikanku tepuk tangan yang mengelu. Aku melirik sekejap kearah Bisma, dia sama sekali tak memberikanku tepuk tangan, dia hanya diam tak bergeming.
Usai sudah pelajaran olah Vokal, aku kembali kekelas, saat di koridor, seseorang menahan tanganku, aku berbalik dan ternyata aku menemukan sosok Bisma didepan mataku. “Aku minta maaf..” ucapnya singkat memandang lekat mataku. “Maaf? Untuk apa?” tanyaku tak percaya. “Aku tahu, lagu tadi untukku bukan? Aku sadar aku salah, maafkan aku..” ucapnya lirih. “Kau tak bersalah, kau mengambil keputusan yang baik, memilih Intan gadis cantik dan baik untukmu. Aku sudah merelakanmu untuknya, karena aku sadar. Tuhqan tak mempertemukan hambanya untuk selalu bisa bersama, mungkin pertemuan itu untuk membuatku belajar darimu, selamat yah, kau dan Intan adalah pasangan yang sangat serasi, permisi..” entah dari mana aku mendapatkan kata-kata itu, aku mengucapknnya seperti pujangga yang sedang bersyair ria.
Sekali lagi, ia menahan tanganku pergi. “Maaf, bisa lepaskan tanganku?” pintaku memandangnya. “Bisa kita berteman? Ataupun bersahabat? Kita tak harus bermusuhan bukan?” tanyanya. Aku terdiam sejenak.”Tentu” ucapku singkat kemudian berlalu meninggalkannya yang masih tetap mematung disana.
Aku tak tahu bagaimana hariku kedepannya. Aku harus sebisa mungkin menempatkan diriku sebagai seorang sahabat, dan aku cukup tahu diri untuk hal itu..

End..

Karya Seri Yani
Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar